Tady09's Blog
Just another WordPress.com weblog

Sertifikasi dan Profesionalisme Guru

Sertifikasi dan Profesionalisme Guru

Guru merupakan profesi pendidik yang memiliki beberapa tugas utama, yaitu mendidik, membina, mengajar, melatih, membimbing, menilai, mengarahkan, dan membentuk watak serta kepribadian peserta didik, sehingga berubah menjadi manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dan menjadi manusia yang cerdas serta bermartabat.

Profesionalisme merupakan sikap mental yang senantiasa mendorong untuk mewujudkan diri, sebagai seorang yang bertanggung jawab pada profesinya. Menurut H. Mohamad Surya, kualitas profesionalisme ditunjukkan oleh lima unjuk kerja sebagai berikut; (1) Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal. (2) Meningkatkan dan memelihara citra profesi. (3) Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampilannya. (4) Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi. (5) Memiliki kebanggaan terhadap profesinya.

Guru profesional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode, intelektual, rasa tanggung jawab, pribadi, sosial, spiritual, dan kesejawatan, yaitu rasa kebersamaan di antara sesama guru. Guru profesional tidak dapat diukur dengan lamanya masa kerja, karena tidak selalu menjadi jaminan bahwa seorang guru profesional.

Sebagai guru profesional, akan sangat senang dan bangga, jika pagi hari bisa menyambut kedatangan anak-anak didiknya dengan senyum bahagia. Guru profesional senantiasa tidak membawa masalah dari rumah ke sekolah, beliau akan menyimpan masalah tersebut di depan gerbang sekolah untuk kemudian mengambilnya kembali pada saat pulang, itu pun kalau masih mau. Tapi, kebanyakan tidak akan mengambil masalah tersebut, karena sudah terhibur dengan anak-anak didik yang menjadi dunia dalam kehidupannya.

Undang-Undang guru dan dosen menyatakan, kedudukan guru merupakan jabatan profesional yang dibuktikan dengan sertifikasi sebagai wujud pengakuan akan kualifikasi dan kompetensi. Undang-Undang tersebut memberikan syarat guru harus memiliki kualifikasi minimal S-1 atau diploma IV dan memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.

Dalam undang-undang guru dan dosen pasal 7, prinsip profesional mencakup karakteristik sebagai berikut: (1) memiliki bakat, minat, panggilan, dan idealisme, (2) memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas, (3) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugas, (4) memiliki ikatan kesejawatan dan kode etik profesi (5) bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan, (6) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja, (7) memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesi secara berkelanjutan, (8) memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, (9) memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan keprofesionalan.

Guru profesional ialah guru yang memiliki kompetensi, yang diartikan sebagai seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Guru profesional diwujudkan melalui sertifikasi yang ditempuh di antaranya dengan portofolio.

Menurut Dr. Dasim, cara berpikir yang dianut dalam sertifikasi guru adalah bahwa portofolio yang berisi notabene rekam jejak kinerja guru, merupakan gerbang pertama untuk memilih dan memilah, mana guru yang telah memiliki kualifikasi dan kompetensi standar dan mana yang belum. Sebagai tim asesor, Dr. Dasim mengemukakan, masa kerja yang identik dengan usia guru bukan satu-satunya komponen penilaian. Masih ada sembilan komponen lain yang perlu dinilai kelayakannya, sehingga tidak perlu heran jika seorang guru yang sudah “berusia” tidak lulus dalam penilaian portofolio, karena tidak meninggalkan jejak yang cukup untuk membuktikan bahwa dirinya memiliki kompetensi yang standar.

Mudah-mudahan sertifikasi guru dapat meningkatkan mutu pendidikan.

Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai ketidaksempurnaan, tetapi kita sebagai pendidik sebaiknya melayani peserta didik dengan kesempurnaan profesi.***

Penulis, guru SDN Rancaloa 1 Bandung.

sumber :http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=14412

next

Belum Ada Tanggapan to “Sertifikasi dan Profesionalisme Guru”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: